Sekarang mari kita mengulas tentang kegagalan sistem IOCS milik Garuda. Pembahasan ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya Studi Kasus Comair – (Garuda Case part 1).
IOCS
Pada bulan November 2010, Garuda Indonesia menerapkan sistem baru yang disebut dengan sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operasional Control System/IOCS). Sistem terpadu ini menggabungkan sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan manajemen penumpang yang sebelumnya merupakan aplikasi terpisah.
Tentang IOCS milik Garuda Indonesia tersebut:
- Sistem ini merupakan gabungan sistem yang memantau pergerakan pesawat, penjadwalan awak kabin, dan manajemen penumpang
- Sistem IOCS ini berharga US$ 1.5 juta (update: sebelumnya tertulis US$15 juta) [1]
- Sistem IOCS ini menangani 81 pesawat, 580 pilot, 2000 awak kabin and 2000 penerbangan per minggu [3]
- Pada tanggal 19 November 2010, selama 4 jam sistem tidak bisa diakses [8]
Kondisi selama sistem IOCS tersebut gagal berjalan:
- Jadwal kru pesawat yang kacau, jadwal pilot yang bertabrakan, sampai-sampai ada pilot yang sedang sakit mendapat jadwal menerbangkan pesawat [9]
- Pada tanggal 21 November 2010, terjadi delay masal penerbangan Garuda
- Pada tanggal 22 November 2010, penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang and Padang dibatalkan [3]
- Pada tanggal 23 November 2010, sejumlah 13 jadwal penerbangan dibatalkan [4]
- Pemesanan tiket ditutup dari tanggal 22-24 November 2010
5000 jemaah haji terlantar di Arab Saudi [5]– Update: Menurut Direktur Operasi Garuda, keterlambatan disebabkan terbatasnya pintu keberangkatan di bandara [14]- Pada tanggal 25 November 2010, penerbangan kembali normal [6]
Penyebab Kegagalan
Kesalahan dalam sistem IOCS ini belum diinvestigasi secara menyeluruh. Sehingga pernyataan penyebab kegagalan sistem ini masih bersifat spekulasi. Berikut beberapa spekulasi penyebab kegagalan sistem ini:
- Terjadi ketidak sinkronan data dalam migrasi dari sistem lama ke sistem baru. Hal ini mengakibatkan jadwal awak kabin menjadi kacau [2]
- Sebuah kabel copot menyebabkan sistem tidak berjalan dengan baik [8]
- Setelah dilakukan audit terhadap sistem IT, diketahui ada cable data center di kantor pusat yang terkelupas [10]
- Adanya aplikasi atau pengguna sistem yang mengirimkan data secara masif ke perangkat communication controller sehingga membuat sistem hang[13]
- Operator hanya memasukkan data terbaru itu ke sistem baru. Padahal, seharusnya data krusial itu dimasukkan ke dalam sistem lama maupun ke IOCS.[13]
Kerugian
Jumlah kerugian belum bisa dipastikan jumlahnya, namun yang pasti cukup besar. Berikut adalah potensial kerugian yang dialami oleh Garuda Indonesia:
- Garuda Indonesia mengaku hanya mengeluarkan uang 220 juta untuk kompensasi kepada penumpang [7]. Namun bila dilihat dari banyaknya penerbangan yang tertunda atau batal, kemungkinan nilai kompensasi akan bertambah
- Nama baik Garuda tercoreng akibat peristiwa ini, sehingga bisa berpengaruh terhadap IPO yang akan dilakukan [11]
- Bertambahnya budget iklan permohonan maaf di media-media nasional
- Hilangnya potensial pendapatan karena batalnya penerbangan
- Potensial kerugian akibat adanya tuntutan di pengadilan oleh penumpang yang jadwalnya tertunda atau dibatalkan
Kemiripan Kasus Garuda dan Comair
Walaupun kasus Garuda ini masih diinvestigasi, namun kasus ini memiliki beberapa kemiripan dengan kasus Comair. Berikut beberapa persamaan kasus Garuda Indonesia dan Comair:
- Kedua perusahaan mengalami masalah pada sistem penjadwalan
- Sebelum sistem tersebut gagal, Comair dan Garuda Indonesia adalah perusahaan penerbangan yang mendapat banyak penghargaan karena manajemennya bagus
- Kegagalan sistem terjadi pada waktu peak season. Comair gagal pada bulan Desember, ketika banyak penumpang yang ingin liburan Natal dan akhir tahun. Garuda Indonesia gagal karena melakukan migrasi pada siang hari dan pada bulan-bulan peak season [12].
- Sistem penjadwalan tersebut tidak mempunyai backup. Kalaupun ada sistem backup tidak berjalan maksimal.
Lesson Learned
Walaupun penyebab kegagalan sistem IOCS ini masih bersifat spekulasi, beberapa pelajaran yang bisa kita ambil yaitu:
- Change Management Plan sangatlah penting. Mungkin Change Management Plan untuk migrasi ini telah dibuat, namun terbukti gagal total. Terbukti dengan sikap reaktif dan lambatnya antisipasi terhadap kegagalan sistem yang baru ini.
Ketidaktahuan operator dalam memasukkan data ke sistem juga menunjukkan gagalnya Change Management Plan. - IT Risk Management sangatlah penting. Manajemen risiko seharusnya sudah termasuk dan mendasari pembuatan Change Management Plan. Ketiadaan atau gagalnya sistem backup menandakan risiko tidak dimanage dengan baik.
- Migrasi seharusnya dilakukan pada saat load minimal, sehingga bisa meminimalisasi dampak migrasi tersebut. Dalam kasus ini Garuda melakukan migrasi pada saat peak season sehingga dampak yang ditimbulkan meluas. Waktu yang tepat untuk melakukan migrasi seharusnya bisa diidentifikasi bila IT Risk Management dilakukan dengan baik.
- Jangan menyepelekan fase migrasi data. Seperti telah dibahas sekilas dalam tulisan sebelumnya 10 Alasan Mengapa Proyek TI Gagal, kesalahan utama dalam proyek TI, biasanya sumber daya yang dipersiapkan dalam migrasi data sangat sedikit. Contoh kesalahannya yaitu memberikan tugas kepada junior developer untuk melakukan migrasi data.
Referensi:
[2] Sejumlah Penerbangan Garuda Tertunda Akibat Persoalan Sistem
[3] Garuda Process Passenger Data For Today’s Flight Schedule
[4] 13 Penerbangan Garuda Hari Ini Dibatalkan
[5] 5,000 hajj pilgrims stranded in Saudi due to Garuda cancellations
[6] Pujobroto: Penerbangan Garuda Sudah Normal dan Tepat Waktu
[7] Beri Kompensasi Rp 220 juta, Garuda Mengaku Tidak Rugi
[8] Kronologi Insiden Sistem Baru Garuda Indonesia
[9] Pilot Garuda Sedang Dioperasi Tiba-tiba Diminta Terbang
[10] Garuda Bantah Data Kru di Sistem Lama Terhapus
[11] Bisa Pengaruhi IPO, Menteri BUMN akan Tindak Tegas Manajemen Garuda
[12] Sistem TI Error, Jangan Bergantung Pada ‘Kata Wasiat’!
[13] Garuda Akui Adanya Human Error saat Migrasi Sistem
[14] Garuda: Keterlambatan Pemulangan Jamaah Bukan karena Masalah Sistem
Studi Kasus Comair – (Garuda Case part 1)
Tampaknya Garuda mengulangi kesalahan dari Comair yang pernah dibahas sekilas di Technology is nothing: if it fails.
Comair Case
Sebelum membahas lebih lanjut tentang Garuda, mari kita lihat apa yang terjadi dengan Comair pada tahun 2004. Kesalahan yang dilakukan Comair sangat sering dijadikan studi kasus dalam kuliah yang berhubungan dengan teknologi informasi.
Kondisi Comair di tahun 2004:
- Comair adalah perusahaan penerbangan yang melayani rute domestik di Amerika dan sekitarnya. Comair merupakan anak perusahaan dari Delta Airlines.
- Comair memenangi berbagai penghargaan penerbangan karena memiliki manajemen yang bagus, untung yang cukup tinggi, dan pembatalan jadwal penerbangan yang rendah.
- Memiliki perangkat lunak penjadwalan yang telah berjalan baik bertahun-tahun.
Kegagalan Sistem Penjadwalan
Pada 22-24 Desember 2004, terjadi badai salju yang cukup parah sehingga 91% jadwal penerbangan dibatalkan atau ditunda.
Namun bencana yang lebih besar terjadi pada tanggal 25 Desember 2004, sistem informasi yang berhubungan dengan penjadwalan kru pesawat gagal berfungsi. Perangkat lunak tersebut gagal dan berangsur normal setelah 5 hari.
Kondisi Comair pada 25 Desember 2004 – 29 Desember 2004:
- Perangkat lunak yang telah berjalan puluhan tahun gagal berfungsi pada tanggal 25 Desember 2004
- Comair tidak punya backup untuk perangkat lunak tersebut. Dan butuh waktu sehari agar vendor perangkat lunak bisa memperbaiki kesalahan tersebut
- Semua penerbangan pada tanggal 25 Desember 2004 dibatalkan
- 90% penerbangan pada tanggal 26 Desember 2004 dibatalkan
- Ribuan penerbangan dibatalkan
- Ratusan ribu calon penumpang terlantar
- Sistem berjalan normal lagi pada tanggal 29 Desember 2004
- Comair menyalahkan cuaca sebagai faktor utama pembatalan penerbangan tersebut
Kerugian
Karena kesalahan sistem informasi selama beberapa hari tersebut Comair mengalami kerugian sekitar 20 juta dolar. Selain itu reputasi yang sudah diperoleh oleh Comair menjadi tercoreng dengan adanya peristiwa tersebut.
Lesson Learned
Apa yang bisa kita petik dari kasus Comair tersebut?
- IT Risk Management sangatlah penting. Kesalahan pertama yang fatal adalah tidak mempunyai sistem backup. Kesalahan tersebut seharusnya bisa dicegah bila risiko seperti itu telah dimanage sebelumnya. Dengan IT Risk Management risiko-risiko TI yang bisa mengacaukan jalannya perusahaan bisa diidentifikasi dan diperkecil kemungkinan munculnya.
- IT Strategic Plan perlu dievaluasi secara berkala. IT Strategic Plan adalah rencana strategis perusahaan dalam mengimplementasikan sistem-sistem yang berhubungan dengan teknologi informasi. Comair telah mempunyai IT Strategic Plan namun tidak dievaluasi secara berkala karena merasa bahwa sistem yang mereka miliki telah berjalan dengan baik. Dengan melakukan evaluasi secara berkala aplikasi-aplikasi yang lama bisa diperbarui atau bila perlu diganti.
Referensi:
SMART Goal: Kapan ya PSSI bisa masuk Piala Dunia?
Bila itu pertanyaannya “Kapan ya PSSI bisa masuk Piala Dunia?”, apalagi bila yang bertanya kepala negara, ketua PSSI, atau petinggi negara lainnya…mungkin dalam waktu 20 tahun lagi jawabannya adalah…tidak pernah.
Mengapa? Karena itu hanya pertanyaan retorik saja, tanpa ada target, tanpa ada tujuan yang jelas.
Coba bandingkan dengan John F. Kennedy (JFK), presiden Amerika Serikat ke-35. Daripada bertanya “Kapan ya kita bisa pergi ke bulan?”, pada tahun 1961, JFK membuat target nasional yang mengejutkan dan terkenal itu:
“Landing a man on the Moon by the end of the decade”
Dan terbukti target tersebut tercapai; pada tahun 1969, Amerika Serikat berhasil mendaratkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di bulan.
SMART Goal
Target yang dibuat oleh JFK di atas, adalah contoh target SMART yang banyak dibahas. SMART adalah akronim yang kepanjangannya Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time Framed.
- Specific. Target yang dibuat harus spesifik. Target yang spesifik lebih mudah untuk dicapai karena kita menjadi fokus pada target yang jelas. Paling tidak kita harus bisa menjawab siapa aja yang terlibat, kapan harus tercapai, apa yang harus dilakukan.
Target yang biasa saja: Saya ingin ke Bali.
Target yang spesifik: Bulan September depan, saya berwisata ke Bali naik pesawat Garuda. - Measurable. Target yang dibuat harus terukur. Hal ini penting untuk melihat sejauh mana perkembangan dari pencapaian target kita.
Target yang biasa saja: Saya ingin kurus 3 bulan lagi.
Target yang terukur: Berat badan turun 3 kg setiap bulan. - Achievable/Attainable. Target yang dibuat harus bisa dicapai. Target yang terlalu tinggi malah menyebabkan kita malas mencapainya.
Target yang tidak wajar: Dalam 12 menit, lari keliling lapangan bola 10 kali putaran.
Target yang yang bisa dicapai: Dalam 12 menit, lari keliling lapangan bola 7 kali putaran. - Realistic. Target yang dibuat harus realistis. Realisitis di sini artinya target dapat dilakukan, dan mempunyai kemampuan untuk mencapainya.
Target yang tidak realisitis: PSSI menang 5-0 atas tim nasional Brasil.
Target yang realistis: PSSI menang 2-0 atas tim nasional Thailand.
- Time Framed/Timely. Target yang dibuat harus ada batas waktunya. Tanpa ada batas waktunya kita bisa jadi terlena dan melupakan target.
Target yang tidak ada batas waktunya: Turun berat badan 15kg.
Target yang ada batas waktunya: Turun berat badan 15 kg, dalam 3 bulan ke depan.
Setelah melihat SMART Goal di atas, target seperti apakah agar PSSI bisa masuk piala dunia?
Mungkin saya bisa menyarankan kepada presiden atau ketua PSSI untuk membuat Target Nasional:
“Paling lambat tahun 2022, tim PSSI ikut bertanding dalam laga Piala Dunia”
Atau malah sudah ada target lain yang lebih baik dari PSSI..kita tunggu aja kapan bisa masuk Piala Dunia.
Referensi:
Mastery Formula
Mau jago tentang segala sesuatu dari bisnis, musik, sampai ke bahasa inggris?
Maka anda dapat mencoba mastery formula dari A.J. Hoge, Learn English Mastery Formula. Formula belajar yang cukup menarik. Formula ini sebenarnya dibuat untuk yang belajar bahasa Inggris, namun bisa juga diterapkan untuk belajar apa saja. Versi podcast/mp3 nya dapat diunduh di sini.
Menurut formula tersebut ada 3 poin yang harus diikuti:
- Find an OUTSTANDING coach, mentor, role model, or teacher.
Mencari guru/pelatih/mentor yang luar biasa yang mampu mendidik, mengarahkan, dan memberi semangat sangatlah penting. Tidak semua orang bisa menjadi guru yang baik. Pemain sepakbola yang terkenal keahliannya belum tentu bisa menjadi pelatih yang baik. Pemain gitar kelas dunia, belum tentu bisa menurunkan skillnya ke muridnya.Untuk menjadi seorang master, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari guru yang luar biasa. Guru yang tidak hanya jago skill-nya, namun jago pula dalam mengajarkan ilmunya. Guru yang sabar, punya teknik pembelajaran yang bagus, guru yang bisa membuat kita ingin belajar terus-terusan, guru yang selalu mendorong dan memotivasi kita. Intinya carilah guru yang luar biasa yang membuat kita haus untuk menggali ilmu.
Mencari guru seperti ini tidaklah mudah. Mungkin perlu waktu bulanan sampai tahunan. Mungkin perlu berpindah-pindah dari padepokan satu ke padepokan yang lain. Namun jangan menyerah, carilah terus guru yang tepat.
- Practice “CANI” (Constant And Never-ending Improvement)
Belajar secara konsisten sedikit demi sedikit setiap hari sangatlah penting. Untuk menjadi seorang master perlu waktu, untuk itu belajarlah setiap hari, misal 1 jam sehari. Lakukan secara konsisten, walaupun peningkatan ilmunya sedikit tapi yang penting dilakukan secara konsisten tanpa henti setiap harinya.Ibarat sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, belajar untuk menjadi master juga demikian. Belajar setidaknya sejam sehari, tahu-tahu dalam setahun anda sudah jago.
- Learn Intensely
Walaupun kita sudah belajar sedikit demi sedikit setiap hari, namun secara berkala kita perlu belajar secara intensif. Formula ini merekomendasikan untuk belajar secara intensif setiap 3-5 bulan sekali selama 4 minggu. Artinya dalam waktu 4 minggu, kita harus belajar secara intensif, misalnya sehari belajar selama minimal 5 jam.Jadi belajar secara intensif selama 4 minggu ini dilakukan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memenuhi otak dengan ilmu yang kita pelajari.
Itulah formula untuk menjadi seorang yang master. Jadi formula untuk menjadi master yaitu: carilah guru yang tepat, belajarlah konsisten sedikit demi sedikit setiap hari, dan belajar intensif secara berkala. Selamat belajar!
Technology is nothing: if it fails
Teknologi terbaru bukanlah segala-galanya. Teknologi tercanggih yang dibuat oleh orang terhebat tidaklah ada artinya jika teknologi tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan penggunanya.
Teknologi yang populer dan terkenal dipergunakan banyak perusahaan besar di dunia, belum tentu tepat digunakan oleh perusahaan lain. Bisa jadi akibat penggunaan teknologi tersebut, perusahaan malah bangkrut di kemudian hari.
Teknologi tidak berguna jika gagal memenuhi kebutuhan penggunanya.
Berikut adalah contoh penerapan teknologi informasi yang gagal, yang diambil dari bagian introduction buku IT Risk[1]:
- Comair, anak perusahaan dari Delta Airlines, merugi sekitar 20 juta USD (setara dengan keuntungan quarter sebelumnya), akibat kegagalan perangkat lunak yang dimilikinya.Sebelumnya perangkat lunak ini telah berjalan selama bertahun-tahun tanpa masalah. Masalah terjadi ketika perangkat lunak tidak mampu menangani perubahan data yang jumlahnya melebihi kapasitasnya. Akibatnya, terjadi pembatalan dan reschedule sekitar 91% pesawat Delta Airlines selama tiga hari. Selain kerugian material, citra perusahaan menjadi rusak.
- CardSystem Solutions, perusahaan yang menangani pemrosesan pembayaran dengan kartu kredit, diputus kontraknya oleh Visa & Mastercard. Server milik CardSystem telah dibobol oleh seseorang, sehingga data 40 juta kartu kredit terancam tersebar luas.
- Fox Meyer (perusahaan farmasi) gagal mengimplementasikan SAP (sebuah ERP software), sehingga membuat perusahaan tersebut bangrut. Fox Meyer menggugat vendor SAP dan Accenture (yang melakukan implementasi), atas kegagalan perangkat lunak tersebut sebesar masing-masing 500 juta USD.
- United Kingdom’s Inland Revenue, departemen yang mengurusi perpajakan di Inggris, mengalami kerugian sekitar 2 milyar GBP, akibat kegagalan perangkat lunak kredit pajak. Pengujian perangkat lunak dipercepat akibat mengejar deadline. Pengujian yang dipercepat tersebut, membuat kesalahan fatal tersebut tidak mampu ditemukan, sehingga membuat banyak kredit pajak menjadi otomatis lunas.
Referensi
[1] George Westerman, Richard Hunter. IT Risk: Turning Business Threats into Competitive Advantage. Harvard Business School Press. 2007.
Stemming – Bahasa Indonesia
Stemming dapat dikatakan sebagai proses membentuk suatu kata menjadi kata dasarnya. Misalnya:
berkata -> kata mengakatakan -> kata perkataan -> kata
Mungkin mudah bagi manusia untuk mencari kata dasar dari suatu kata. Namun bagi komputer yang tidak tahu apa-apa adalah kesulitan tersendiri. Contoh aplikasi yang menggunakan stemming antara lain: information retrieval, mesin pencari, dll.
Beberapa algoritma dasar dalam stemming antara lain:
- Brute force stemming. Algoritma ini adalah algoritma yang paling sederhana. Bermodalkan database kata dengan kata dasarnya, komputer dengan mudah mencari kata dasar. Namun metode ini mempunyai kelemahan yaitu jumlah database kata dan kata dasarnya harus besar. Kesalahan terjadi bila kata tidak ditemukan di database dan kemudian dianggap kata dasar, padahal bukan.
- Menghilangkan imbuhan (awalan, akhiran, sisipan). Untuk menggunakan metode ini harus tahu terlebih dahulu aturan bahasanya. Kata akan dipotong imbuhannya berdasar aturan bahasanya. Kesalahan terjadi bila kata tersebut adalah kata dasar yang dipotong, misalnya: perawan -> awan.
- Dan masih banyak algoritma-algoritma dasar lainnya, seperti gabungan algoritma di atas, stokastik, lematasi, dll [1].
Untuk bahasa Indonesia beberapa algoritma yang biasanya digunakan antara lain:
- Porter Stemmer. Algoritma ini terkenal digunakan sebagai stemmer untuk bahasa Inggris. Porter Stemmer dalam bahasa Indonesia akan menghasilkan keambiguan karena aturan morfologi bahasa Indonesia [2].
- Nazief & Adriani Stemmer. Algoritma ini paling sering dibicarakan dalam stemming bahasa Indonesia. Algoritma ini merupakan hasil penelitian internal UI (Universitas Indonesia) dan tidak dipublish secara umum [3]. Algoritma ini merupakan gabungan antara algoritma menghilangkan imbuhan dan brute force stemming. Namun algoritma ini mempunyai dua masalah, yang pertama kemampuannya tergantung dari besarnya database kata dasar, dan yang kedua, hasil stemming tidak selalu optimal untuk aplikasi information retrieval [2].
Bila dibandingkan, untuk teks berbahasa Indonesia, Porter stemmer lebih cepat prosesnya daripada Nazief & Adriani stemmer namun algoritma Nazief & Adriani memilki tingkat keakuratan lebih tinggi daripada Porter stemmer [5]. Dengan sedikit perbaikan, Nazief & Adriani stemmer bisa mencapai akurasi 95% [4].
Referensi:
[1]http://en.wikipedia.org/wiki/Stemming
[2]FZ Tala. 2003 .A Study of Stemming Effects on Information Retrieval in Bahasa Indonesia. Master of Logic Project. Institute for Logic, Language and Computation Universiteit van Amsterdam. The Netherland. [PDF][PDF]
[3] B. Nazief and M. Adriani. 1996. Confix Stripping: Approach to Stemming Algorithm for Bahasa Indonesia. Technical report, Faculty of Computer Science, University of Indonesia, Depok, 1996.
[4] Jelita Asian, Hugh E. Williams, S. M. M. Tahaghoghi. 2005. Stemming Indonesian. Proceedings of the Twenty-eighth Australasian conference on Computer Science – Volume 38. [Abstract]
[5] Ledy Agusta. 2009. Perbandingan Algoritma Stemming Porter Dengan Algoritma Nazief & Adriani Untuk Stemming Dokumen Teks Bahasa Indonesia.Konferensi Nasional Sistem dan Informatika 2009; Bali, November 14, 2009. [PDF]
Note: Saya tidak mempunyai source code untuk Porter stemmer dan Nazief & Adriani stemmer, silakan menghubungi ke yang bersangkutan langsung.
10 Alasan Mengapa Proyek TI Gagal
Ini adalah rangkuman dari tulisan Dr. Paul Dorsey yang tulisannya dapat diunduh di bawah.
Sekitar 50%-80% bahkan lebih, proyek TI termasuk kategori gagal. Mengapa gagal, karena proyek tersebut tidak memenuhi syarat biaya, kualitas, kecepatan (waktu), dan risiko yang diinginkan.
Berikut 10 cara yang dijamin akan membuat sebuah proyek TI gagal:
- Tidak menggunakan metodologi yang spesifik karena merasa koding adalah bagian yang terpenting
Tidak menggunanakan sebuah metodologi adalah kesalahan yang fatal. Penggunaan metodologi yang telah terbukti dengan baik merupakan salah satu faktor sukses dalam sebuah proyek TI. Sebuah metodologi akan memberikan guideline dan langkah-langkah dalam proyek TI. Koding adalah bagian dalam sebuah metodologi dan itu bukan yang utama.
- Membuat perencanaan proyek, dengan melihat tanggal deadline
Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan dalam perencanaan proyek, yaitu merencanakan proyek dari awal proyek sampai tanggal dead line kemudian membaginya dalam fase-fase. Memaksa sebuah proyek dengan tanggal deadline menyebabkan banyak langkah-langkah yang dilewati demi mengejar tangal deadline. Seharusnya sebuah perencanaan proyek dibuat berdasarkan waktu yang realistis tanpa melihat tanggal deadline.
- Membuat tabel di database tanpa membuat data model
Data model adalah bagian utama dari sistem yang akan dibangun. Tanpa membuat data model dengan baik, maka sistem dipastikan tidak akan memenuhi keinginan dan kebutuhan dari penguna.
- Mempekerjakan technical lead yang belum pernah membuat sistem yang serupa, dengan alasan mahal untuk menggaji yang sudah berpengalaman
Karyawan yang jadi technical lead, harus berpengalaman dan pernah mengerjakan proyek yang serupa. Kita tidak menginginkan seorang dokter umum melakukan operasi jantung bukan? Lebih baik mempekerjakan karyawan yang berpengalaman dengan gaji besar, dari pada mempekerjakan banyak orang yang tidak berpengalaman.
- Mempekerjakan lebih banyak developer agar koding lebih cepat
Lebih banyak bukan selalu lebih baik. Proyek yang dibuat oleh sedikit developer yang berpengalaman, lebih baik daripada proyek yang dikerjakan oleh banyak developer namun kurang pengalamannya.
- Menggunakan teknologi yang tidak tepat
Sebagai contoh, membuat suatu sistem dengan Java untuk membuat sebuah website, sementara developer dalam proyek tersebut menyangka bahwa Java adalah merk kopi. Program Java memang bisa digunakan untuk pembuatan website, namun butuh developer yang berpengalaman. Sementara banyak alternatif program lainnya yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk pembuatan website.
- Menyepelekan fase migrasi data
Migrasi data dari sistem yang lama ke sistem yang baru adalah fase yang cukup berat. Kesalahan utama dalam proyek TI, biasanya sumber daya yang dipersiapkan dalam migrasi data sangat sedikit. Contoh kesalahannya yaitu memberikan tugas kepada junior developer untuk melakukan migrasi data.
- Tidak melakukan testing karena proyek melebihi jadwal yang seharusnya
Kesalahan ini adalah kesalahan cukup fatal, hal ini seperti terjun ke kolam renang tanpa mengecek dahulu ada airnya apa tidak kolam itu. Ingat bahwa tidak ada sistem yang bug-free. Bug yang ditemukan ketika sudah sampai production, akan lebih berat diperbaikinya. Lebih mudah dan murah memperbaiki bug yang ditemukan dalam tahap development.
- Merubah requirement penting ketika proyek dalam fase akhir
Memang requirement bisa berubah, namun harus dimanage agar tidak melebar dan mengganggu jalannya proyek. Harus dibuat aturan yang jelas bagaimana requirement yang baru diterima.
- Beli software jadi dan di-customize secara besar-besaran
Software jadi dibuat berdasar asumsi proses bisnis tertentu. Proses bisnis dalam software, bisa jadi tidak sesuai dengan proses bisnis perusahaan, sehingga harus di-customize agar sesuai. Namun bila kustomisasinya berlebihan akan membuat biaya lebih mahal daripada membangun dari awal.
Referensi:
Paul Dorsey. Top 10 Reasons Why Systems Projects Fail. 2000.
[Download][Mirror]
Bisnis Model – Warung Pecel Lele (bukan case study)
Abstrak
Anda pengin membuka usaha warung pecel lele? Di manapun warung anda akan atau sudah berdiri, di seberang jembatan, di bawah pohon mangga, atau di mall. anda perlu mendefinisikan model bisnis terlebih dahulu.
Pendahuluan
What? Model Bisnis? Lah warung saya sudah laris..apaan tuh pakai model bisnis model segala..gak butuh saya!
Ya sudahlah…tulisan ini ditujukan bagi siapa saja yang ingin membuka pecel lele dengan menggunakan model bisnis.
Model Bisnis
Menurut Applegate et al. 2009, model bisnis menjelaskan bagaimana sebuah organisasi berhubungan dengan lingkungannya untuk menentukan strategi unik, menggunakan sumber daya, membangun kapabilitas yang diperlukan untuk menjalankan strategi, dan membuat suatu nilai untuk pemegang saham.
Apaan tuh maksud tulisan di atas? Saya mau jualan pecel lele doang kok aneh-aneh…
Kembali ke pecel lele, secara gampang bisnis model menentukan:
- siapa sih pelanggan pecel lele kita? dan bagaimana cara menjual pecel lele tersebut?
- bagaimana cara mendapatkan duitnya?
- apa kelebihan pecel lele kita di banding yang lain?
Analisis Model Bisnis
Sekarang saatnya membuat analisis model bisnis pecel lele.
Asumsi: anda ingin membuat warung pecel lele di pinggir jalan Orchard Road di Singapura.
Pertama anda harus mendata dulu warung-warung lainnya yang ada di sepanjang jalan Orchard Road.
| Ayam Bakar wong Tegal | Bebek Goreng pak Kumis | Warung Pecel Lele Anda | |
| Siapa pelanggannya & cara menjualnya? | Pelanggannya anak kost, cara menjualnya dengan membuat warung tenda di bawah pohon jambu. | Pelanggannya ibu-ibu yang malas memasak, cara menjualnya dengan mendorong gerobak di sepanjang jalan Orchard Road | … |
| Bagaimana cara mendapatkan duitnya? |
Jualan ayam bakar dan pepes bakar | Jualan bebek goreng dan nasi goreng | … |
| Kelebihan warungnya apa? | - Lokasi strategis di bawah pohon jambu
- Sambelnya pedes sekali - Ikan segar langsung diambil dari sungai sebelah |
- Deket dengan pelanggan karena pakai gerobak-
- Digoreng di atas minyak dengan suhu 120 derajat celcius sehingga sehat dikonsumsi |
… |
Silakan anda isi kotak bagian anda di atas.
Dengan membandingkan model bisnis tersebut, anda akan mendapatkan gambaran bagaimana kira-kira kelangsungan usaha anda ke depan. Bila model bisnis anda sama dengan warung sebelah maka siap-siap anda berkompetisi gila-gilaan. Bila anda tidak bisa mengisi model bisnis di atas, sebaiknya anda jangan jualan pecel lele.
Beberapa saran dalam mengembangkan bisnis model warung pecel lele anda:
- warung pecel lele anda harus mempunyai kelebihan dibanding warung lainnya, misalnya: lele yang dijual adalah lele lokal yang warnanya putih atau sambel pecel anda warnanya hijau karena dibuat dari cabai hijau
- selain menjual pecel lele anda juga menjual produk varian lainnya misalnya kripik lele, lele bakar, lele cah kangkung, dll
- anda menggratiskan pecel lele yang anda jual, tetapi men-charge lebih mahal minuman yang diminum pelanggan
- warung menerima delivery order 24 jam, bila delivery order terlambat, pelanggan mendapat dua ekor lele ukuran jumbo
- bila lele susah dicari di tempat anda, sebaiknya anda jangan jualan pecel lele
Kesimpulan
Warung pecel lele pun perlu suatu model bisnis agar sukses. Karena tulisan ini bukan case study, jadi belum dapat disimpulkan berapa tingkat kesuksesan antara warung yang mendefinisikan model bisnis secara jelas dan yang tidak.
Referensi
Aplegate, M., Austin, R. D., Soule, D. L., 2009. Corporate Information Strategy and Management: Text and Cases – Eight Edition, McGraw Hill International Edition, 2009.
NB:
Tulisan di atas sedang dalam proses dikirim ke jurnal “Kamverd Business Review”