<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>is think different..</title>
	<atom:link href="http://lintaka.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lintaka.com</link>
	<description>Queen said &#34;We are the champions&#34;</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Jun 2010 12:54:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='lintaka.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/123a6694694f7cec253ff7bb09d706c8?s=96&#038;d=http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>is think different..</title>
		<link>http://lintaka.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://lintaka.com/osd.xml" title="is think different.." />
	<atom:link rel='hub' href='http://lintaka.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>SMART Goal: Kapan ya PSSI bisa masuk Piala Dunia?</title>
		<link>http://lintaka.com/2010/06/14/smart-goal-kapan-ya-pssi-bisa-masuk-piala-dunia/</link>
		<comments>http://lintaka.com/2010/06/14/smart-goal-kapan-ya-pssi-bisa-masuk-piala-dunia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jun 2010 12:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintaka.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Bila itu pertanyaannya &#8220;Kapan ya PSSI bisa masuk Piala Dunia?&#8221;, apalagi bila yang bertanya kepala negara, ketua PSSI, atau petinggi negara lainnya&#8230;mungkin dalam waktu 20 tahun lagi jawabannya adalah&#8230;tidak pernah. Mengapa? Karena itu hanya pertanyaan retorik saja, tanpa ada target, tanpa ada tujuan yang jelas. Coba bandingkan dengan John F. Kennedy (JFK),  presiden Amerika Serikat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=97&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila itu pertanyaannya &#8220;Kapan ya PSSI bisa masuk Piala Dunia?&#8221;, apalagi bila yang bertanya kepala negara, ketua PSSI, atau petinggi negara lainnya&#8230;mungkin dalam waktu 20 tahun lagi jawabannya adalah&#8230;<em>tidak pernah.</em></p>
<p>Mengapa? Karena itu hanya pertanyaan retorik saja, tanpa ada target, tanpa ada tujuan yang jelas.</p>
<p>Coba bandingkan dengan John F. Kennedy (JFK),  presiden Amerika Serikat ke-35. Daripada bertanya &#8220;Kapan ya kita bisa pergi ke bulan?&#8221;, pada tahun 1961, JFK membuat target nasional yang mengejutkan dan terkenal itu:</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>&#8220;Landing a man on the Moon by the end of the decade&#8221;</strong></span></p>
<p>Dan terbukti target tersebut tercapai; pada tahun 1969, Amerika Serikat berhasil mendaratkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di bulan.</p>
<h3><strong>SMART Goal</strong></h3>
<p>Target yang dibuat oleh JFK di atas, adalah contoh target <strong>SMART</strong> yang banyak dibahas. SMART adalah akronim yang kepanjangannya <em>Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time Framed. </em></p>
<ul>
<li><strong><em>Specific.</em></strong> Target yang dibuat harus spesifik. Target yang spesifik lebih mudah untuk dicapai karena kita menjadi fokus pada target yang jelas.  Paling tidak kita harus bisa menjawab siapa aja yang terlibat, kapan harus tercapai, apa yang harus dilakukan.
<p>Target yang biasa saja: <em>Saya ingin ke Bali</em>.<br />
Target yang spesifik: <em>Bulan September depan, saya berwisata ke Bali naik pesawat Garuda.</em></p>
<p><em> </em></li>
<li><em><strong>Measurable.</strong> </em>Target yang dibuat harus terukur. Hal ini penting untuk melihat sejauh mana perkembangan dari pencapaian target kita.
<p>Target yang biasa saja: <em>Saya ingin kurus 3 bulan lagi</em>.<br />
Target yang terukur: <em>Berat badan turun 3 kg setiap bulan.</em></p>
<p><em> </em></li>
<li><strong><em>Achievable/Attainable</em></strong><strong><em>.</em></strong> Target yang dibuat harus bisa dicapai. Target yang terlalu tinggi malah menyebabkan kita malas mencapainya.
<p>Target yang tidak wajar: <em>Dalam 12 menit, lari keliling lapangan bola 10 kali putaran</em>.<br />
Target yang yang bisa dicapai:  <em>Dalam 12 menit, lari keliling lapangan bola 7 kali putaran.</em></p>
<p><em> </em></li>
<li><em><strong>Realistic.</strong></em> Target yang dibuat harus realistis. Realisitis di sini artinya target dapat dilakukan, dan mempunyai kemampuan untuk mencapainya.
<p>Target yang tidak realisitis: <em>PSSI menang 5-0 atas tim nasional Brasil</em>.<br />
Target yang realistis: <em>PSSI menang 2-0 atas tim nasional Thailand.</em></li>
</ul>
<ul>
<li><em><strong>Time Framed/Timely</strong>.</em> Target yang dibuat harus ada batas waktunya. Tanpa ada batas waktunya kita bisa jadi terlena dan melupakan target.
<p>Target yang tidak ada batas waktunya: <em>Turun berat badan 15kg.</em><br />
Target yang ada batas waktunya: <em>Turun berat badan 15 kg, dalam 3 bulan ke depan.</em></li>
</ul>
<p>Setelah melihat SMART Goal di atas, target seperti apakah agar PSSI bisa masuk piala dunia?</p>
<p>Mungkin saya bisa menyarankan kepada presiden atau ketua PSSI untuk membuat <strong>Target Nasional</strong>:</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>&#8220;Paling lambat tahun 2022, tim PSSI ikut bertanding dalam laga Piala Dunia&#8221;</strong></span></p>
<p>Atau malah sudah ada target lain yang lebih baik dari PSSI..kita tunggu aja kapan bisa masuk Piala Dunia.</p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.topachievement.com/smart.html">Creating S.M.A.R.T. Goals </a></li>
<li><a href="http://www.goal-setting-guide.com/goal-setting-tutorials/smart-goal-setting">SMART Goal Setting: A Surefire Way To Achieve Your Goals</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lintaka.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lintaka.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lintaka.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lintaka.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lintaka.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lintaka.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lintaka.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lintaka.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lintaka.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lintaka.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=97&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintaka.com/2010/06/14/smart-goal-kapan-ya-pssi-bisa-masuk-piala-dunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684cf497550d98998057732237f3c87f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lintaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mastery Formula</title>
		<link>http://lintaka.com/2010/06/01/mastery-formula/</link>
		<comments>http://lintaka.com/2010/06/01/mastery-formula/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 07:41:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintaka.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Mau jago tentang segala sesuatu dari bisnis, musik, sampai ke bahasa inggris? Maka anda dapat mencoba mastery formula dari A.J. Hoge, Learn English Mastery Formula. Formula belajar yang cukup menarik. Formula ini sebenarnya dibuat untuk yang belajar bahasa Inggris, namun bisa juga diterapkan untuk belajar apa saja. Versi podcast/mp3 nya dapat diunduh di sini. Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=92&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau jago tentang segala sesuatu dari bisnis, musik, sampai ke bahasa inggris?</p>
<p>Maka anda dapat mencoba mastery formula dari A.J. Hoge, <a href="http://effortlessenglishclub.com/learn-english-mastery-formula">Learn English Mastery Formula</a>. Formula belajar yang cukup menarik. Formula ini sebenarnya dibuat untuk yang belajar bahasa Inggris, namun bisa juga diterapkan untuk belajar apa saja. Versi podcast/mp3 nya dapat diunduh <a href="http://cdn3.libsyn.com/effortlessenglish/English_Mastery_Formula.mp3?nvb=20090410231507&amp;nva=20090411232507&amp;t=0fe8242131c08e477067c">di sini</a>.</p>
<p>Menurut formula tersebut ada 3 poin yang harus diikuti:</p>
<ol>
<li><strong>Find an OUTSTANDING coach, mentor, role model, or teacher.<br />
</strong>Mencari guru/pelatih/mentor yang luar biasa yang mampu mendidik, mengarahkan, dan memberi semangat  sangatlah penting. Tidak semua orang bisa menjadi guru yang baik. Pemain sepakbola yang terkenal keahliannya belum tentu bisa menjadi pelatih yang baik. Pemain gitar kelas dunia, belum tentu bisa menurunkan skillnya ke muridnya.</p>
<p>Untuk menjadi seorang master, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari guru yang luar biasa. Guru yang tidak hanya jago skill-nya, namun jago pula dalam mengajarkan ilmunya. Guru yang sabar, punya teknik pembelajaran yang bagus, guru yang bisa membuat kita ingin belajar terus-terusan, guru yang selalu mendorong dan memotivasi kita.  Intinya carilah guru yang luar biasa yang membuat kita haus untuk menggali ilmu.</p>
<p>Mencari guru seperti ini tidaklah mudah. Mungkin perlu waktu bulanan sampai tahunan. Mungkin perlu berpindah-pindah dari padepokan satu ke padepokan yang lain.  Namun jangan menyerah, carilah terus guru yang tepat.</li>
<li><strong>Practice “CANI” (Constant And Never-ending Improvement)<br />
</strong>Belajar secara konsisten sedikit demi sedikit setiap hari sangatlah penting. Untuk menjadi seorang master perlu waktu, untuk itu belajarlah setiap hari, misal 1 jam sehari. Lakukan secara konsisten, walaupun peningkatan ilmunya sedikit tapi yang penting dilakukan secara konsisten tanpa henti setiap harinya.</p>
<p>Ibarat sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, belajar untuk menjadi master juga demikian. Belajar setidaknya sejam sehari, tahu-tahu dalam setahun anda sudah jago.</li>
<li><strong>Learn Intensely<br />
</strong>Walaupun kita sudah belajar sedikit demi sedikit setiap hari, namun secara berkala kita perlu belajar secara intensif. Formula ini merekomendasikan untuk belajar secara intensif setiap 3-5 bulan sekali selama 4 minggu. Artinya dalam waktu 4 minggu, kita harus belajar secara intensif, misalnya sehari belajar selama minimal 5 jam.</p>
<p>Jadi belajar secara intensif selama 4 minggu ini dilakukan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memenuhi otak dengan ilmu yang kita pelajari.</li>
</ol>
<p>Itulah formula untuk menjadi seorang yang master.  Jadi formula untuk menjadi master yaitu: carilah guru yang tepat, belajarlah konsisten sedikit demi sedikit setiap hari, dan belajar intensif secara berkala. Selamat belajar!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lintaka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lintaka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lintaka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lintaka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lintaka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lintaka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lintaka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lintaka.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lintaka.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lintaka.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=92&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintaka.com/2010/06/01/mastery-formula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
<enclosure url="http://cdn3.libsyn.com/effortlessenglish/English_Mastery_Formula.mp3?nvb=20090410231507&amp;amp" length="0" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684cf497550d98998057732237f3c87f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lintaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Technology is nothing: if it fails</title>
		<link>http://lintaka.com/2010/03/15/technology-is-nothing-if-it-fails/</link>
		<comments>http://lintaka.com/2010/03/15/technology-is-nothing-if-it-fails/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 07:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nothing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintaka.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi terbaru bukanlah segala-galanya. Teknologi tercanggih yang dibuat oleh orang terhebat tidaklah ada artinya jika teknologi tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan penggunanya. Teknologi yang populer dan terkenal dipergunakan banyak perusahaan besar di dunia, belum tentu tepat digunakan oleh perusahaan lain. Bisa jadi akibat penggunaan teknologi tersebut, perusahaan malah bangkrut di kemudian hari. Teknologi tidak berguna [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=80&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi terbaru bukanlah segala-galanya. Teknologi tercanggih yang dibuat oleh orang terhebat tidaklah ada artinya jika teknologi tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan penggunanya.</p>
<p>Teknologi yang populer dan terkenal dipergunakan banyak perusahaan besar di dunia, belum tentu tepat digunakan oleh perusahaan lain. Bisa jadi akibat penggunaan teknologi tersebut, perusahaan malah bangkrut di kemudian hari.</p>
<p><em><span style="color:#000000;">Teknologi tidak berguna jika gagal memenuhi kebutuhan penggunanya.</span></em></p>
<p>Berikut adalah contoh penerapan teknologi informasi yang gagal, yang diambil dari bagian <em>introduction</em> buku IT Risk[1]:</p>
<ul>
<li>Comair, anak perusahaan dari Delta Airlines, merugi sekitar 20 juta USD (setara dengan keuntungan quarter sebelumnya), akibat kegagalan perangkat lunak yang dimilikinya.Sebelumnya perangkat lunak ini telah berjalan selama bertahun-tahun tanpa masalah. Masalah terjadi ketika perangkat lunak tidak mampu menangani perubahan data yang jumlahnya melebihi kapasitasnya. Akibatnya, terjadi pembatalan dan reschedule sekitar 91%  pesawat Delta Airlines selama tiga hari. Selain kerugian material, citra perusahaan menjadi rusak.</li>
<li>CardSystem Solutions, perusahaan yang menangani pemrosesan pembayaran dengan kartu kredit, diputus kontraknya oleh Visa &amp; Mastercard. Server milik CardSystem telah dibobol oleh seseorang, sehingga data 40 juta kartu kredit terancam tersebar luas.</li>
<li>Fox Meyer (perusahaan farmasi) gagal mengimplementasikan SAP (sebuah ERP software), sehingga membuat perusahaan tersebut bangrut. Fox Meyer menggugat vendor SAP dan Accenture (yang melakukan implementasi), atas kegagalan perangkat lunak tersebut sebesar masing-masing 500 juta USD.</li>
<li>United Kingdom&#8217;s Inland Revenue, departemen yang mengurusi perpajakan di Inggris, mengalami kerugian sekitar 2 milyar GBP,  akibat kegagalan perangkat lunak kredit pajak. Pengujian perangkat lunak dipercepat akibat mengejar deadline. Pengujian yang dipercepat tersebut, membuat kesalahan fatal tersebut tidak mampu ditemukan, sehingga membuat banyak kredit pajak menjadi otomatis lunas.</li>
</ul>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>[1] George Westerman, Richard Hunter. <em>IT Risk: Turning Business Threats into Competitive Advantage</em>. Harvard Business School Press. 2007.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lintaka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lintaka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lintaka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lintaka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lintaka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lintaka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lintaka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lintaka.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lintaka.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lintaka.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=80&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintaka.com/2010/03/15/technology-is-nothing-if-it-fails/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684cf497550d98998057732237f3c87f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lintaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stemming &#8211; Bahasa Indonesia</title>
		<link>http://lintaka.com/2010/03/02/stemming-bahasa-indonesia/</link>
		<comments>http://lintaka.com/2010/03/02/stemming-bahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 08:53:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia stemmer]]></category>
		<category><![CDATA[stem]]></category>
		<category><![CDATA[stemmer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintaka.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Stemming dapat dikatakan sebagai proses membentuk suatu kata menjadi kata dasarnya. Misalnya: berkata -&#62; kata mengakatakan -&#62; kata perkataan -&#62; kata Mungkin mudah bagi manusia untuk mencari kata dasar dari suatu kata. Namun bagi komputer yang tidak tahu apa-apa adalah kesulitan tersendiri. Contoh aplikasi yang menggunakan stemming antara lain: information retrieval, mesin pencari, dll. Beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=74&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Stemming dapat dikatakan sebagai proses membentuk suatu kata menjadi kata dasarnya. Misalnya:</p>
<pre>berkata           -&gt; kata
mengakatakan      -&gt; kata
perkataan         -&gt; kata</pre>
<p>Mungkin mudah bagi manusia untuk mencari kata dasar dari suatu kata. Namun bagi komputer yang tidak tahu apa-apa adalah kesulitan tersendiri. Contoh aplikasi yang menggunakan stemming antara lain: information retrieval, mesin pencari, dll.</p>
<p>Beberapa algoritma dasar dalam stemming antara lain:</p>
<ul>
<li><em>Brute force stemming. </em>Algoritma ini adalah algoritma yang paling sederhana. Bermodalkan database kata dengan kata dasarnya, komputer dengan mudah mencari kata dasar. Namun metode ini mempunyai kelemahan yaitu jumlah database kata dan kata dasarnya harus besar. Kesalahan terjadi bila kata tidak ditemukan di database dan kemudian dianggap kata dasar, padahal bukan.</li>
<li><em>Menghilangkan imbuhan (awalan, akhiran</em>, sisipan). Untuk menggunakan metode ini harus tahu terlebih dahulu aturan bahasanya. Kata akan dipotong imbuhannya berdasar aturan bahasanya. Kesalahan terjadi bila kata tersebut adalah kata dasar yang dipotong, misalnya: perawan -&gt; awan.</li>
<li>Dan masih banyak algoritma-algoritma dasar lainnya, seperti gabungan algoritma di atas, stokastik, lematasi, dll [1].</li>
</ul>
<p>Untuk bahasa Indonesia beberapa algoritma yang biasanya digunakan antara lain:</p>
<ul>
<li><em>Porter Stemmer</em>. Algoritma ini terkenal digunakan sebagai stemmer untuk bahasa Inggris. Porter Stemmer dalam bahasa Indonesia akan menghasilkan keambiguan karena aturan morfologi bahasa Indonesia [2].</li>
<li><em>Nazief &amp; Adriani Stemmer</em>. Algoritma ini paling sering dibicarakan dalam stemming bahasa Indonesia. Algoritma ini merupakan hasil penelitian internal UI (Universitas Indonesia) dan tidak dipublish secara umum [3]. Algoritma ini merupakan gabungan antara algoritma menghilangkan imbuhan dan brute force stemming. Namun algoritma ini mempunyai dua masalah, yang pertama kemampuannya tergantung dari besarnya database kata dasar, dan yang kedua, hasil stemming tidak selalu optimal untuk aplikasi information retrieval [2].</li>
</ul>
<p>Bila dibandingkan, untuk teks berbahasa Indonesia, Porter stemmer lebih cepat prosesnya daripada Nazief &amp; Adriani stemmer namun algoritma Nazief &amp; Adriani memilki tingkat keakuratan lebih tinggi daripada Porter stemmer [5]. Dengan sedikit perbaikan, Nazief &amp; Adriani stemmer bisa mencapai akurasi 95% [4].</p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p>[1]<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Stemming">http://en.wikipedia.org/wiki/Stemming</a></p>
<p>[2]FZ Tala. 2003 .A Study of Stemming Effects on Information Retrieval in Bahasa Indonesia. Master of Logic Project. Institute for Logic, Language and Computation Universiteit van Amsterdam. The Netherland.  [<a href="http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.5.5224&amp;rep=rep1&amp;type=pdf">PDF</a>][<a href="http://www.science.uva.nl/pub/theory/illc/ResearchReports/MoL-2003-02.text.pdf">PDF</a>]</p>
<p>[3] B. Nazief and M. Adriani. 1996. Confix Stripping: Approach to Stemming Algorithm for Bahasa Indonesia. Technical report, Faculty of Computer Science, University of Indonesia, Depok, 1996.</p>
<p>[4] Jelita Asian, Hugh E. Williams, S. M. M. Tahaghoghi. 2005. Stemming Indonesian. Proceedings of the Twenty-eighth Australasian conference on Computer Science &#8211; Volume 38. [<a href="http://portal.acm.org/citation.cfm?id=1082161.1082195">Abstract</a>]</p>
<p>[5] Ledy Agusta. 2009. Perbandingan Algoritma Stemming Porter Dengan Algoritma Nazief &amp; Adriani Untuk Stemming Dokumen Teks Bahasa Indonesia.Konferensi Nasional Sistem dan Informatika 2009; Bali, November 14, 2009. [<a href="http://yudiagusta.files.wordpress.com/2009/11/196-201-knsi09-036-perbandingan-algoritma-stemming-porter-dengan-algoritma-nazief-adriani-untuk-stemming-dokumen-teks-bahasa-indonesia.pdf">PDF</a>]</p>
<p><strong>Note:</strong> <em>Saya tidak mempunyai source code untuk Porter stemmer dan Nazief &amp; Adriani stemmer, silakan menghubungi ke yang bersangkutan langsung.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lintaka.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lintaka.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lintaka.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lintaka.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lintaka.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lintaka.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lintaka.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lintaka.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lintaka.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lintaka.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=74&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintaka.com/2010/03/02/stemming-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684cf497550d98998057732237f3c87f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lintaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Alasan Mengapa Proyek TI Gagal</title>
		<link>http://lintaka.com/2010/02/15/10-alasan-mengapa-proyek-ti-gagal/</link>
		<comments>http://lintaka.com/2010/02/15/10-alasan-mengapa-proyek-ti-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 19:55:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lintaka</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://lintaka.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah rangkuman dari tulisan Dr. Paul Dorsey yang tulisannya dapat diunduh di bawah. Sekitar 50%-80% bahkan lebih, proyek TI termasuk kategori gagal. Mengapa gagal, karena proyek tersebut tidak memenuhi syarat biaya, kualitas, kecepatan (waktu), dan risiko yang diinginkan. Berikut 10 cara yang dijamin akan membuat sebuah proyek TI gagal: Tidak menggunakan metodologi yang spesifik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=68&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ini adalah rangkuman dari tulisan Dr. Paul Dorsey yang tulisannya dapat diunduh di bawah.</em></p>
<p>Sekitar 50%-80% bahkan lebih, proyek TI termasuk kategori gagal. Mengapa gagal, karena proyek tersebut tidak memenuhi syarat biaya, kualitas, kecepatan (waktu), dan risiko yang diinginkan.</p>
<p><strong>Berikut 10 cara yang dijamin akan membuat sebuah proyek TI gagal:</strong></p>
<ol>
<li><span style="color:#000000;"><em>Tidak menggunakan metodologi yang spesifik karena merasa </em><em>koding adalah bagian yang terpenting</em></span><br />
Tidak menggunanakan sebuah metodologi adalah kesalahan yang fatal. Penggunaan metodologi yang telah terbukti dengan baik merupakan salah satu faktor sukses dalam sebuah proyek TI. Sebuah metodologi akan memberikan <em>guideline</em> dan langkah-langkah dalam proyek TI.<span style="color:#000000;"> Koding </span>adalah bagian dalam sebuah metodologi dan itu bukan yang utama.<br />&nbsp;</li>
<li><span style="color:#000000;"><em>Membuat perencanaan proyek, dengan melihat tanggal deadline</em></span><br />
Ini adalah kesalahan yang paling sering dilakukan dalam perencanaan proyek, yaitu merencanakan proyek dari awal proyek sampai tanggal dead line kemudian membaginya dalam fase-fase.  Memaksa sebuah proyek dengan tanggal deadline menyebabkan banyak langkah-langkah yang dilewati demi mengejar tangal deadline. Seharusnya sebuah perencanaan proyek dibuat berdasarkan waktu yang realistis tanpa melihat tanggal deadline.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Membuat tabel di database tanpa membuat data model</em><br />
Data model adalah bagian utama dari sistem yang akan dibangun. Tanpa membuat data model dengan baik, maka sistem dipastikan tidak akan memenuhi keinginan dan kebutuhan dari penguna.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Mempekerjakan technical lead yang belum pernah membuat sistem yang serupa, dengan alasan mahal untuk menggaji yang sudah berpengalaman</em><br />
Karyawan yang jadi <em>technical lead</em>, harus berpengalaman dan pernah mengerjakan proyek yang serupa. Kita tidak menginginkan seorang dokter umum melakukan operasi jantung bukan? Lebih baik mempekerjakan karyawan yang berpengalaman dengan gaji besar, dari pada mempekerjakan banyak orang yang tidak berpengalaman.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Mempekerjakan lebih banyak developer agar koding lebih cepat</em><br />
Lebih banyak bukan selalu lebih baik. Proyek yang dibuat oleh sedikit developer yang berpengalaman, lebih baik daripada proyek yang dikerjakan oleh banyak developer namun kurang pengalamannya.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Menggunakan teknologi yang tidak tepat</em><br />
Sebagai contoh, membuat suatu sistem dengan Java untuk membuat sebuah website, sementara developer dalam proyek tersebut menyangka bahwa Java adalah merk kopi.  Program Java memang bisa digunakan untuk pembuatan website, namun butuh developer yang berpengalaman. Sementara banyak alternatif program lainnya yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk pembuatan website.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Menyepelekan fase migrasi data</em><br />
Migrasi data dari sistem yang lama ke sistem yang baru adalah fase yang cukup berat. Kesalahan utama dalam proyek TI, biasanya sumber daya yang dipersiapkan dalam migrasi data sangat sedikit.  Contoh kesalahannya yaitu memberikan tugas kepada junior developer untuk melakukan migrasi data.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Tidak melakukan testing karena proyek melebihi jadwal yang seharusnya<br />
</em>Kesalahan ini adalah kesalahan cukup fatal, hal ini seperti terjun ke kolam renang tanpa mengecek dahulu ada airnya apa tidak kolam itu. Ingat bahwa tidak ada sistem yang bug-free.  Bug yang ditemukan ketika sudah sampai production, akan lebih berat diperbaikinya. Lebih mudah dan murah memperbaiki bug yang ditemukan dalam tahap development.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Merubah requirement penting ketika proyek dalam fase akhir</em><br />
Memang requirement bisa berubah, namun harus dimanage agar tidak melebar dan mengganggu jalannya proyek. Harus dibuat aturan yang jelas bagaimana requirement yang baru diterima.<br />&nbsp;</li>
<li><em>Beli software jadi dan di-customize secara besar-besaran<br />
</em>Software jadi dibuat berdasar asumsi proses bisnis tertentu. Proses bisnis dalam software, bisa jadi tidak sesuai dengan proses bisnis perusahaan, sehingga harus di-customize agar sesuai.  Namun bila kustomisasinya berlebihan akan membuat biaya lebih mahal daripada membangun dari awal.<br />&nbsp;</li>
</ol>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p>Paul Dorsey. Top 10 Reasons Why Systems Projects Fail. 2000.<br />
[<a href="http://www.dulcian.com/Articles/Dorsey_Top10ReasonsSystemsProjectsFail.pdf">Download</a>][<a href="http://www.hks.harvard.edu/m-rcbg/ethiopia/Publications/Top%2010%20Reasons%20Why%20Systems%20Projects%20Fail.pdf">Mirror</a>]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/lintaka.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/lintaka.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/lintaka.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/lintaka.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/lintaka.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/lintaka.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/lintaka.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/lintaka.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/lintaka.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/lintaka.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=lintaka.com&blog=543692&post=68&subd=lintaka&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://lintaka.com/2010/02/15/10-alasan-mengapa-proyek-ti-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/684cf497550d98998057732237f3c87f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lintaka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>