SMART Goal: Kapan ya PSSI bisa masuk Piala Dunia?

Bila itu pertanyaannya “Kapan ya PSSI bisa masuk Piala Dunia?”, apalagi bila yang bertanya kepala negara, ketua PSSI, atau petinggi negara lainnya…mungkin dalam waktu 20 tahun lagi jawabannya adalah…tidak pernah.

Mengapa? Karena itu hanya pertanyaan retorik saja, tanpa ada target, tanpa ada tujuan yang jelas.

Coba bandingkan dengan John F. Kennedy (JFK),  presiden Amerika Serikat ke-35. Daripada bertanya “Kapan ya kita bisa pergi ke bulan?”, pada tahun 1961, JFK membuat target nasional yang mengejutkan dan terkenal itu:

“Landing a man on the Moon by the end of the decade”

Dan terbukti target tersebut tercapai; pada tahun 1969, Amerika Serikat berhasil mendaratkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di bulan.

SMART Goal

Target yang dibuat oleh JFK di atas, adalah contoh target SMART yang banyak dibahas. SMART adalah akronim yang kepanjangannya Specific, Measurable, Achievable, Realistic and Time Framed.

  • Specific. Target yang dibuat harus spesifik. Target yang spesifik lebih mudah untuk dicapai karena kita menjadi fokus pada target yang jelas.  Paling tidak kita harus bisa menjawab siapa aja yang terlibat, kapan harus tercapai, apa yang harus dilakukan.

    Target yang biasa saja: Saya ingin ke Bali.
    Target yang spesifik: Bulan September depan, saya berwisata ke Bali naik pesawat Garuda.

  • Measurable. Target yang dibuat harus terukur. Hal ini penting untuk melihat sejauh mana perkembangan dari pencapaian target kita.

    Target yang biasa saja: Saya ingin kurus 3 bulan lagi.
    Target yang terukur: Berat badan turun 3 kg setiap bulan.

  • Achievable/Attainable. Target yang dibuat harus bisa dicapai. Target yang terlalu tinggi malah menyebabkan kita malas mencapainya.

    Target yang tidak wajar: Dalam 12 menit, lari keliling lapangan bola 10 kali putaran.
    Target yang yang bisa dicapai:  Dalam 12 menit, lari keliling lapangan bola 7 kali putaran.

  • Realistic. Target yang dibuat harus realistis. Realisitis di sini artinya target dapat dilakukan, dan mempunyai kemampuan untuk mencapainya.

    Target yang tidak realisitis: PSSI menang 5-0 atas tim nasional Brasil.
    Target yang realistis: PSSI menang 2-0 atas tim nasional Thailand.

  • Time Framed/Timely. Target yang dibuat harus ada batas waktunya. Tanpa ada batas waktunya kita bisa jadi terlena dan melupakan target.

    Target yang tidak ada batas waktunya: Turun berat badan 15kg.
    Target yang ada batas waktunya: Turun berat badan 15 kg, dalam 3 bulan ke depan.

Setelah melihat SMART Goal di atas, target seperti apakah agar PSSI bisa masuk piala dunia?

Mungkin saya bisa menyarankan kepada presiden atau ketua PSSI untuk membuat Target Nasional:

“Paling lambat tahun 2022, tim PSSI ikut bertanding dalam laga Piala Dunia”

Atau malah sudah ada target lain yang lebih baik dari PSSI..kita tunggu aja kapan bisa masuk Piala Dunia.

Referensi:

Mastery Formula

Mau jago tentang segala sesuatu dari bisnis, musik, sampai ke bahasa inggris?

Maka anda dapat mencoba mastery formula dari A.J. Hoge, Learn English Mastery Formula. Formula belajar yang cukup menarik. Formula ini sebenarnya dibuat untuk yang belajar bahasa Inggris, namun bisa juga diterapkan untuk belajar apa saja. Versi podcast/mp3 nya dapat diunduh di sini.

Menurut formula tersebut ada 3 poin yang harus diikuti:

  1. Find an OUTSTANDING coach, mentor, role model, or teacher.
    Mencari guru/pelatih/mentor yang luar biasa yang mampu mendidik, mengarahkan, dan memberi semangat  sangatlah penting. Tidak semua orang bisa menjadi guru yang baik. Pemain sepakbola yang terkenal keahliannya belum tentu bisa menjadi pelatih yang baik. Pemain gitar kelas dunia, belum tentu bisa menurunkan skillnya ke muridnya.

    Untuk menjadi seorang master, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari guru yang luar biasa. Guru yang tidak hanya jago skill-nya, namun jago pula dalam mengajarkan ilmunya. Guru yang sabar, punya teknik pembelajaran yang bagus, guru yang bisa membuat kita ingin belajar terus-terusan, guru yang selalu mendorong dan memotivasi kita.  Intinya carilah guru yang luar biasa yang membuat kita haus untuk menggali ilmu.

    Mencari guru seperti ini tidaklah mudah. Mungkin perlu waktu bulanan sampai tahunan. Mungkin perlu berpindah-pindah dari padepokan satu ke padepokan yang lain.  Namun jangan menyerah, carilah terus guru yang tepat.

  2. Practice “CANI” (Constant And Never-ending Improvement)
    Belajar secara konsisten sedikit demi sedikit setiap hari sangatlah penting. Untuk menjadi seorang master perlu waktu, untuk itu belajarlah setiap hari, misal 1 jam sehari. Lakukan secara konsisten, walaupun peningkatan ilmunya sedikit tapi yang penting dilakukan secara konsisten tanpa henti setiap harinya.

    Ibarat sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, belajar untuk menjadi master juga demikian. Belajar setidaknya sejam sehari, tahu-tahu dalam setahun anda sudah jago.

  3. Learn Intensely
    Walaupun kita sudah belajar sedikit demi sedikit setiap hari, namun secara berkala kita perlu belajar secara intensif. Formula ini merekomendasikan untuk belajar secara intensif setiap 3-5 bulan sekali selama 4 minggu. Artinya dalam waktu 4 minggu, kita harus belajar secara intensif, misalnya sehari belajar selama minimal 5 jam.

    Jadi belajar secara intensif selama 4 minggu ini dilakukan secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memenuhi otak dengan ilmu yang kita pelajari.

Itulah formula untuk menjadi seorang yang master.  Jadi formula untuk menjadi master yaitu: carilah guru yang tepat, belajarlah konsisten sedikit demi sedikit setiap hari, dan belajar intensif secara berkala. Selamat belajar!