Akulah Satrio Piningit Itu

Apakah kamu menunggu satrio piningit untuk datang menyelamatkan negaraku yang negaramu juga? Kamu sudah menemukannya akulah satrio piningit itu.

Mungkin kamu bertanya, siapakah aku ini? Aku tidak terkenal, aku juga bukan siapa-siapa, mengapa aku adalah si satrio itu? Maka aku akan menjawab, karena aku tidak terkenal dan bukan siapa-siapa itulah maka aku disebut satrio piningit.

Mungkin kamu pernah mendengar berbagai ramalan tentang satrio piningit itu. Dialah yang akan membawa Indonesia menuju ke kemakmuran. Ya aku akan membawa negara ini kepada kemakmuran.
Mungkin juga pernah mendengar ramalan bahwa dia berdarah Sunda.  Bukan, aku bukan orang Sunda, tetapi aku lah satrio piningit itu.

Bagaimana dengan kamu? Ya kamu yang tidak terkenal itu dan bukan siapa-siapa itu adalah satrio piningit. Ya, kamu yang duduk di belakang sana itu juga adalah satrio piningit. Aku dan kamu yang bukan siapa-siapa ini adalah satrio-satrio piningit yang akan membawa Indonesia ini menuju ke kemakmuran.

Bagaimana dengan kamu yang sudah menjadi siapa-siapa? Kamu tentu saja bukan satrio piningit itu, kamu tidak bisa membawa Indonesia menuju ke kemakmuran.

Aku dan kamu-kamu yang bukan siapa-siapa ini adalah satrio piningit itu. Sedangkan kamu-kamu yang sudah menjadi siapa-siapa adalah bukan siapa-siapa sebenarnya.

Jadi apa yang harus aku dan kamu lakukan untuk selanjutnya? Kamu sudah tahu bahwa kamu dan aku lah satrio piningit itu. Kamu juga tahu bahwa satrio piningit itu akan membawa Indonesia menuju kemakmuran. Oleh karena itu marilah aku bersama dengan kamu-kamu yang bukan siapa-siapa ini mempersiapkan diri untuk membawa Indonesia kepada kemakmuran.

Bagaimana kalau si satrio piningit seperti yang diramalkan oleh orang-orang dulu kemudian muncul? Pastilah dia adalah satrio piningit kesiangan. Kesiangan karena Indonesia sudah makmur duluan, berkat aku dan kamu yang bukan siapa-siapa ini.

Mari kita berjuang!

Menonton DVD Bajakan

Belum selesai aku membaca buku yang akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang The Long Tail buah karya Chris Anderson, aku lupa sudah sampe halaman berapa sekarang mungkin baru halaman seratusan. Sudah hampir dua bulan kucoba baca buku itu tapi belum selesai-selesai juga. Kata orang buku itu bagus, makanya aku beli juga, walaupun harganya tidak begitu murah bagiku.

Wah benar juga ya aku pikir buku itu. Menurunnya pendapatan film-film box office di Amerika Serikat sono bukan semata-mata karena pembajakan yang marak, tetapi juga karena banyaknya tersedia pilihan-pilihan yang hampir tanpa batas.

Sebagai contoh diriku, walaupun aku tidak mendukung pembajakan, tetapi aku masih membeli DVD yang bajakan. (Mau beli DVD yang asli, selain aku tidak banyak uang, aku juga tidak tahu harus membeli di mana DVD yang asli itu.) Film-film yang aku beli belakangan ini bukan film-film box office di Amerika.

Aku lebih suka membeli film horor dari Jepang dan Thailand. Film horor yang bagus bagiku, adalah film yang bisa meningkatkan adrenalinku sampai ke titik tertentu. Film horor Jepang ceritanya lebih menegangkan dan mengagetkan, dan tentu saja lebih menakutkan, jika dibandingkan dari film horor produk asli amerika. Film horor Jepang yang aku pernah tonton dan bagus menurutku, antara lain The Ring, One Missed Call, Ju On

Sedangkan film horor dari thailand menurutku kualitasnya masih di bawah film horor Jepang. Yang pernah aku tonton dan bagus juga menurutku antara lain, Shutter, Ghost of Maenak, dan beberapa lainnya yang aku lupa.

Kalau untuk film-film yang lucu, aku lebih suka menonton film dari Korea atau Hongkong. Mungkin karena masih produksi orang Asia jadi lebih mengerti maksud lucunya. Film-film Amerika aku kurang mengerti kebudayaan mereka, jadi kurang bisa menangkap kelucuannya. Film lucu Asia yang pernah aku tonton dan menurutku bagus, antara lain Shaolin Soccer, Kungfu Hustle, Sex is Zero, My Sassy Girl, I not Stupid, lainnya masih ada lagi tapi sudah lupa judulnya. Untuk film yang terakhir I not Stupid, film ini produksi Singapura lumayan lucu apalagi ada serialnya, tapi sayangnya menonton serialnya tidak selesai.

Kembali ke fenomena long tail tadi, tidak heran jika aku tidak terpaku pada film-film box office Amerika, karena pilihan film yang beredar di pasaran sangat banyak dan mudah ditemukan, sehingga aku bisa memilih film sesukaku.

Bagi para pelaku dunia perfilman pada khususnya dan dunia hiburan pada umumnya, menurutku jangan hanya menyalahkan pembajakan. Pembajakan memang wajib diberantas, tapi sekeras-kerasnya memberantas pembajakan, tidak akan bisa dihentikan, apalagi dengan meluasnya dan semakin baiknya pelayanan internet saat ini.

Dunia sudah berubah. Pilihan semakin banyak, orang tidak harus menonton film urutan ke satu. Orang boleh memilih menonton urutan ke lima, lima puluh, lima ratus, lima ribu, menurut kesukaan masing-masing.

Oleh karena itu BERUBAHLAH, dunia sudah berubah.