Berternak Bebek - Pohon Uang Series

Pusing melihat IHSG yang turun terus menerus? Keuntungan di pasar saham semakin menipis? Atau anda mau ikut-ikutan membawa keluar uang anda dari pasar saham seperti investor asing itu? Tapi anda tidak tahu mau diinvestasikan ke mana?

Ya anda beruntung sekali karena pada saat ini saya akan membahas tentang cara menumbuhkan pohon uang dengan cara “Beternak Bebek”. Ya beternak bebek!

Yang jadi syarat utama selain modal awal adalah lahan. Anda harus punya lahan terlebih dahulu. Lahan yang diperlukan tidak luas, pokoknya cukup untuk tempat hidup 1000 ekor bebek. Anda bisa menggunakan lahan di belakang atau depan rumah anda sebagai kandang bebek. Kalau perlu lantai dua rumah anda bisa anda jadikan kandang bebek juga.

Untuk memperoleh keuntungan anda harus bisa membesarkan 1000 jantan DOD (Day Old Duck) menjadi bebek remaja selama 60 hari. Setelah 60 hari bebek tersebut harus segera dijual.

Kenapa Bebek?

Kenapa tidak? Bebek bakar di warung pecel lele aja, anda harus merogok kocek minimal 15 ribu untuk mendapatkannnya. Padahal itu cuma 1/5 bagian tubuh bebek itu. Mau tau harga di restoran? Yang pasti lebih dari 15 ribu.

Kenapa Bebek Jantan?

Anakan bebek jantan lebih murah daripada bebek betina. Bebek jantan relatif lebih cepat besar daripada betina.

Kenapa 60 hari?

Biaya yang paling besar dalam beternak bebek adalah faktor makanan bebek. Bebek dewasa butuh makanan banyak. Selain itu bebek jantan relatif lebih banyak makan daripada bebek betina.

Semakin cepat waktu anda memelihara bebek semakin sedikit biaya untuk memberi makannya. Tentunya dengan memperhitungkan harga jual bebek 60 hari yang lumayan tinggi.

Hitung-hitungannya gimana?

Hitung-hitungan di bawah dengan asumsi anda sudah punya lahan, dan biaya sumber daya manusianya tidak dihitung, karena anda sendiri adalah karyawannya.

Modal Awal + Operasional selama 60 hari:

DOD (anak bebek)    : 1000 ekor  x Rp   2.700,-    = Rp 2.700.000,-
Pembuatan Kandang   : 1          x Rp 500.000,-    = Rp   500.000,-
Pakan Dedak         : 600 kg     x Rp   2.000,-    = Rp 1.200.000,-
Pakan Konsentrat    : 400 kg     x Rp   6.500,-    = Rp 2.600.000,-
Obat-obatan         : 1          x Rp 200.000,-    = Rp   200.000,-
Biaya lain-lain     : 1          x Rp 600.000,-    = Rp   600.000,-
-------------------------------------------------------------------
Total Pengeluaran                                  = Rp 7.800.000,-


Penghasilan Kotor
(Asumsi bebek yang mati sebelum 60 hari adalah 15%)

Bebek umur 60 hari  : 850 ekor x Rp 12.500,-       = Rp 10.625.000,-
-------------------------------------------------------------------
Total Penghasilan kotor                            = Rp 10.625.000,-


Keuntungan bersih

Keuntungan = Total Penghasilan Kotor - Total Pengeluaran = Rp 2.825.000,-

Segitu Keuntungannya?

Hitungan di atas adalah perhitungan moderat yang mengabaikan biaya tak terduga lainnya. Coba bayangkan dengan perhitungan moderat dalam waktu 60 hari anda sudah untung sekitar 36%.

Bagaimana kalau anda lebih agresif? Bebek yang hidup 99%, biaya pakan lebih rendah, dan pengeluaran lainnya dapat ditekan, anda pasti lebih banyak untungnya.

Dari tadi untung terus. Apakah ada resikonya?

Jelas ada dong. Setiap investasi ada resikonya. Begini resikonya:

  1. Bebek anda mati semua karena terkena virus flu burung, dicuri orang, atau kena bom. Tentunya anda akan rugi karena panen anda berkurang dengan kejadian ini.
  2. Tidak ada yang mau membeli bebek-bebek anda karena anda belum menemukan pembeli yang tepat. Bebek-bebek anda akan membutuhkan lebih banyak pakan dan akhirnya anda bisa frustasi dan menggoreng bebek anda sendiri untuk santap malam.
  3. Kandang bebek anda menimbulkan bau yang menyengat sehingga tetangga anda berdemo di depan rumah anda. Dan akhirnya terjadi anarkis dan memporak-porandakan kandang bebek anda. Serta akhirnya pendemo membawa pulang bebek-bebek anda.
  4. Anakan bebek yang anda beli ternyata palsu. Yang anda beli adalah anakan bebek karet. Jadi waspadalah dengan pembajakan.
  5. Hitung-hitungan di atas adalah salah semua, alias ngibul. Sehingga ketika anda beternak bebek hitungan di atas tidak berlaku.

Ada kata penutup, pak?

Sekian, terima kasih.

Hidup Lebih Mudah

Tanya: Kapankah hidup lebih mudah itu?

Jawab: Hidup lebih mudah itu..

Ketika saya bangun pada hari minggu pagi mendengar lagu ini: “Aku berlari-lari mengejar mobilku..Mobilku nomer satu..buatan ayah yang selalu kucinta..”.

Kemudian bergegas ke depan telivisi dan menonton ini:

Sambil membayangkan kapan punya mainan seperti ini:

Tidak lupa sambil makan permen karet (sambil berharap mendapatkan hadiah):

Sudah berhasil mengumpulkan bungkus permen karet yang bertuliskan Y-O-S-A dan tidak pernah berhasil mendapatkan huruf N seumur hidup.

Siangnya

Siangnya, main perang-perangan. Tidak lupa memakai topeng:

Lawannya memakai topeng:

Sorenya

Setelah capek bermain pulang terus tidur sore. Sebelum tidur tidak lupa baca:

Dalam tidur sempet juga bermimpi menjadi:

Terus lawannya adalah:

Malamnya

Malamnya biasanya ngapain ya? Bentar saya ingat-ingat dulu…

Kadang-kadang nonton ini:

Agak malaman nonton ini juga:

Sekitar jam 10an sudah bersiap mendengarkan serial radio yang kebetulan malam itu disiarkan semalam suntuk:

Jam 10 lebih udah tidur, tidak sampai tamat mendengarkan serial radionya.

Sekarang

Ya waktu itu hidup terasa lebih mudah..

Terus sekarang?  Kalau sekarang, kita perlu mendefinisikan hidup mudah itu seperti apa. Batas-batas hidup mudah itu seperti apa. Kita perlu menyamakan pendapat mengenai hidup mudah itu.

Setiap orang tidak sama. Hidup mudah bagi anda, belum tentu mudah bagi saya. Hidup sulit bagi saya, bisa jadi mudah bagi anda.

That’s why I’m not you and you are not me. Enjoy our own life.

Posted in Hidup. 4 Comments »

10,000 B.C. Movie Quote

“A good man draws a circle around him, and in it he cares for his family, his wife and children.

A great man draws a larger circle including his brothers, his friends, and protects them as he would his family.

But then there is the rare man who has a special destiny. His circle extends beyond boundaries to include the world of innocents who lack the will to defend themselves.”

Kebagian Harta Karun Sukarno

Di suatu waktu dan di suatu tempat

Di kejauhan ada rame-rame orang berkumpul. Karena penasaran, saya ikut nimbrung. Oh rupanya ada presentasi sesuatu.

“Bapak-bapak, Ibu-ibu..saya di sini akan menawarkan sebuah solusi bagi Indonesia.”, kata orang yang lagi orasi di depan.

“Ini saya mempunyai bukti bahwa Amerika dulu pernah ngutang sama bangsa Indonesia. Amerika mau bangkrut pada jamannya John F Kennedy (JFK). JFK butuh emas untuk menerbitkan uang dollar yang baru”. Hmm..boleh juga tuh orang pidato.

“Kebetulan Indonesia pada jaman itu punya emas yang banyak dari kerajaan-kerajaan dulu. JFK meminjam emas tersebut, dan menjanjikan bunga 2.5% buat Indonesia. Nih buktinya ada tanda tangannya”. Sambil menunjukkan gambar berikut:

“Ini adalah bagian dari kerjasama rahasia yang diberi nama ‘Green Hilton Agreement’. Kalau rahasia ini sampai terkuak Amerika bisa heboh, karena perekonomian mereka dibackup oleh emas dari Indonesia”. Yang nonton pun pura-pura manggut-manggut tahu.

“Bapak-bapak dan Ibu-ibu bisa mendapatkan bagian emasnya, dengan cara iuran 500 ribu saja. Uang ini dipakai untuk biaya administrasi. Nih kalau gak percaya, foto emasnya ada tulisannya Sukarno”.

Mana tulisan Sukarno-nya kecil amat gambarnya? Kayaknya pernah denger neh penipuan kayak gini. Pergilah saya dari situ. Terlihat beberapa orang sedang mendaftarkan dirinya sambil menyerahkan sejumlah uang di meja sebelah.

Di waktu lain dan di tempat lain

Waktu lagi makan di pinggir jalan, ada sesorang menghampiri. Penampilannya lumayan rapi. Dia membawa map dan sebuah tas. Tanpa basa-basi dia pun ngomong.

“Mas, anda pengen kaya gak?”, kata dia. Hmm..seperti orang mau menawarkan MLM neh pikir saya.

“Nih, saya bawa dokumen penting neh mas. Ini perjanjian antara Sukarno sama John F Keneddy pada tahun 1963 di Jenewa. Perjanjian ini yang sering disebut orang harta karun Sukarno itu lho mas.” Jangan-jangan ini orang komplotan orang yang kemarin itu.

“Sukarno pernah minjemin Amerika berton-ton emas, terus sekarang di simpen di Swiss. Nih lihat nih!”. Sambil memperlihatkan isi map tersebut yang berisi berat emas yang dipinjamkan.

“Lihat tanda tangannya Sukarno, presiden Amerika, sama orang banknya. Asli nih mas”, kata orang itu. Kok tanda tangannya beda dengan yang kemarin ya, pikirku.

“Sebenarnya John F Kennedy dibunuh karena perjanjian ini nih. CIA nggak mau orang-orang pada tau kalau sebenarnya Indonesia itu punya andil besar dalam perekonomian dunia. Tiga perempat uang di Amerika itu dibackup oleh emas kita.”

“CIA juga mendalangi penggulingan Sukarno pada tahun 66 karena masalah ini juga mas. Mereka nggak mau Indonesia nagih utang ke Amerika. Bisa bangkrut tuh Amerika.”, kata orang itu nerocos terus.

“Tenang aja mas, kita sudah punya akses ke harta tersebut. Kita sudah mengumpulkan tiga orang. Orang-orang ini yang sering disebut sebagai  Satya Dharma, Suring Pati sama Lady of Roses. Cuma sidik jari mereka saja yang bisa membuka kotak-kotak penyimpanan harta tersebut.“ Hmm..canggih juga.

“Selain itu sebelum masuk mereka harus menyebutkan password..’Garuda Indonesia is married with Nangkuti than King Wall…’ wah saya lupa lanjutannya. Pokoknya banknya canggih deh, gak sembarang orang bisa masuk. Pake password semua.”

“Nah mas mau kebagian harta tersebut gak? Kita lagi butuh biaya untuk terbang ke Swiss nih, masih kurang sekitar 15 jutaan. Kalau mas mau minjemin nanti kebagian sekitar 1% harta tersebut. Lumayan lho walaupun cuma satu persen.”

Orang itu nerocos terus. Karena tidak saya tanggapi orang itu akhirnya pergi.

Penutup

Cerita di atas adalah fiksi belaka, kesamaan peristiwa dan nama, bisa jadi memang kebetulan belaka.

Woy…bangun oooiiii…kalau mau kaya ya kerja yang bener…harta karun itu hasil kerja nenek moyang selama ratusan tahun…masak ente yang kerja aja gak bisa mau minta bagian seeeh. Sadar diri dong!

Memenuhi Sesuatu yang Hilang?


Setelah membaca berita tentang banyaknya pejabat yang korup dan pejabat yang selingkuh, saya jadi berpikir. Benarkah setiap manusia cenderung memenuhi sesuatu yang hilang pada dirinya?

Pejabat Korup

Benarkah seorang koruptor itu dulunya adalah seorang yang miskin? Benarkan seorang koruptor itu dulunya orang kampung? Benarkah seorang koruptor itu dulunya adalah orang yang kekurangan?

Benarkah seorang koruptor itu adalah orang yang cerdas dan pandai? Karena kegigihannya dalam belajar dia bisa mendapat beasiswa SD, SMP, SMA, Universitas bahkan bisa mendapat beasiswa ke luar negeri. Benarkah seorang koruptor itu pada waktu masih sekolah selalu meminjam duit temannya hanya untuk bisa makan?

Benarkah seorang koruptor itu sebelum menjadi pejabat, hidup dalam kekurangan?

Benarkah seorang koruptor setelah menduduki jabatan tertentu mengambil uang yang bukan menjadi haknya?

Bila semua itu benar berarti ada sesuatu yang hilang dalam dirinya sebelum menjadi koruptor. Koruptor berusaha untuk memenuhi dirinya dengan sesuatu yang hilang pada dirinya dulu. Yaitu “kecukupan”. Koruptor pada masa mudanya selalu merasa kekurangan, jadi dia mencari sesuatu agar dirinya merasa “kecukupan”.

Pejabat Selingkuh

Benarkah seorang pejabat yang selingkuh itu dulunya adalah orang yang “kuper” (kurang pergaulan)? Benarkah pejabat yang selingkuh itu dulunya adalah orang yang tidak pede? Benarkah pejabat yang selingkuh itu dulunya wajahnya jerawatan?

Benarkah pejabat yang selingkuh itu dulunya belum pernah pacaran? Mungkin pejabat yang selingkuh itu dulunya tidak sempat pacaran karena sibuk belajar terus. Atau memang suka grogi ketika bertemu dengan seorang wanita. Atau mungkin karena ditolak melulu sama wanita.

Benarkah pejabat yang selingkuh itu dulunya menikahnya karena dijodohkan? Benarkah pejabat yang selingkuh itu sebenarnya tidak begitu suka dengan jodohnya, tapi apa boleh buat umur sudah banyak?

Benarkah setelah mempunyai jabatan dan uang banyak dia menjadi pede? Benarkah setelah menjadi pejabat dan uang banyak sering lirik sana lirik sini? Benarkah setelah menjadi pejabat dan uang banya sering membawa wanita ke hotel terus foto bersama dengan kamera hape?

Bila itu benar, kemungkinan ada sesuatu yang hilang dari orang tersebut. Setelah dia mempunyai kemampuan untuk memenuhi yang hilang itu, dia menyalurkan hasrat dan egonya secara membabi buta.

Kesimpulan

Manusia mempunyai keinginan yang terpendam. Misal seseorang yang pada waktu kecilnya tidak pernah punya mainan karena orang tuanya tidak mampu membelikannya, kemungkinan setelah dia mempunyai uang dia akan membeli mainan yang dia inginkan waktu kecil.

Tentunya semuanya ini masih harus dicari kebenarannya dengan melakukan riset secara mendetail terlebih dahulu.

Posted in Hilang. 1 Comment »